Posts

Korupsi Berjamaah atau Beregu, yang Penting; Masuk Pak Eko...

Image
Damhuri Muhammad


“DPRD Malang Cetak Rekor Korupsi Beregu.” Demikian cuitan akun twitter @Liputan9 yang diunggah pada Selasa (4/9/18). Dilengkapi poster online berisi sederet foto-profil anggota DPRD Kota Malang dengan rompi orange khas tersangka KPK. Hingga kolom ini diturunkan, menurut statistik mesinpemantau perbincangan jagat cyber, Astramaya, cuitan akun berpengikut 941.000 itu, telah diunggah-ulang (retweet) warganet sebanyak 6.212 kali, dan disukai sebanyak 1.620 kali. Rekor popularitas cuitan @Liputan9 itu hanya satu tingkat di bawah popularitas cuitan akun resmi Presiden Joko Widodo (@jokowi), yang berpengikut 10,3 juta orang. Cuitan yang mengandung keprihatinan Kepala Pemerintahan dan himbauan kepada segenap anggota legislatif di seluruh Indonesia untuk senantiasa menjaga kepercayaan rakyat itu, telah diunggah ulang (retweet) sebanyak 3.658 kali dan disukaisebanyak 12.920 kali.




Poster online itu tampaknya dirancang dalam suasana psikologis selepas peristiwa kompetisi akbar dala…

Bila Ingin Selamat, Jangan Kasari Emak-emak!

Image
Damhuri Muhammad -->


Yang tahu masalah dapur adalah ibu-ibu.Yang paham ekonomi keluarga adalah ibu-ibu. Kesejahteraan keluarga tak akan terwujud tanpa peran Ibu.
Begitu kutipan kalimat pendek dari Khofifah Indar Parawansa, yang tertera dalam infografis di salah satu laman media sosial, menjelang Pilgub Jatim 2018 lalu. Di bagian bawah foto profil Menteri Sosial (2014-2018) itu termaktub catatan kecil yang menjelaskan bahwa kutipan itu diolah dari pidato Khofifah dalam peringatan Harlah Muslimat NU ke-72 di  Blitar (31/3/2018). Bagi saya, kalimat pendek yang sengaja digunakan oleh tim sosialisasi Khofifah sebagai Cagub Jatim, adalah semacam kesadaran tentang pentingnya suara emak-emak di medan politik jaman now. Kesan yang muncul saat mengamati infografis itu adalah pengakuan bahwa dalam setiap keluarga--sebagai unit terkecil dalam kehidupan kewargaan--ibu adalah figur paling berpengaruh. Bila harga sembako melonjak naik, yang repot emak-emak. Bila biaya berobat mahal, yang susah ema…

Toa dan Antena di Abad Linimasa

Image
Damhuri Muhammad




Baiklah. Ini hanya cerita kecil tentang Antena. Sekadar merawat patahan ingatan di masa ketika orang-orang desa masih asing dengan internet, apalagi signal selular. Saat digasak letih setelah seharian bekerja di sawah, satu-satunya hiburan yang membahagiakan adalah menyimak siaran pertandingan sepakbola yang mengudara secara langsung via pesawat radio. Tak ada visual, hanya audio yang merekam sorak-sorai di stadion, lengking bunyi peluit wasit, dan tentu saja suara komentator yang memandu imajinasi pendengar perihal arah bola, siapa yang tumbang kena tackling atawa sliding, atau siapa yang berhasil membobol gawang lawan. Tekanan suaranya naik-turun, tempo dan intonasi juga disesuaikan dengan situasi dramatik yang tengah berlangsung di lapangan hijau.
Bila suara yang keluar tidak jernih, putus-putus, atau sesekali diselingi bunyi krasak-krusuk saat on air, itu berarti ada problem dengan antena.“Radionya besar, tapi antenanya pendek!” begitu biasanya cemooh mengemuka. Tak…

Tanak-nasi yang Dibuburkan dan Kuasa Ratu Ubur-ubur

Image
Damhuri Muhammad


Tersebutlah sebuah kisah haru dari negeri Sakura, sebagaimana dinukil-ulangkan oleh Endis Karayya (2013) di weblognya www.mencatatjepang.blogspot.com.Tentang petaka yang melanda Raja Naga. Masih dalam hitungan bulan usia pernikahannya dengan Ratu Naga, tiba-tiba Sang Ratu yang cantik jelitaditumbangkan oleh penyakit ganas. Konon, penyakit itu tiadalah dapat disembuhkan oleh tabib handal dari mana pun, hingga Sang Raja Naga hampir saja berputus asa.
Namun, suatu ketika, dalam sakit yang tiada tertanggungkan itu, Ratu Naga berkata kepada suaminya. “Carilah hati dari seekor Kera. Ingat! Hati dari seekor Kera yang masih hidup! Hati itu adalah satu-satunya obat yang bisa menyembuhkan penyakitku!” Sontak Raja Naga terperanjat mendengar permintaan permaisurinya. Betapa tidak? Pasangan yang semula bahagia dan sentosa itu hidup di dasar laut, sementar Kera tentulah hewan darat, yang tiadalah mungkin bakal terjangkau. “Apakah kau lupa, Sayang? Kita makhluk laut, kita hidup di das…

Kardus Copras-capres dan Gerobak Tukang Loak

Image
Damhuri Muhammad





Setelah beralih ke teknologi mirrorless, kamera DSLR saya banyak menganggur, dan lama-lama mungkin tidak akan berguna lagi. Daripada tergeletak begitu saja di lemari, akhirnya tiba juga keinginan saya untuk menjualnya.Lalu,saya maklumatkan spesifikasi dan asesoris yang tersedia di sebuah forum jual-beli online. Tak lupa nominal harga yang saya tawarkan untuk barang bekas itu. Pertanyaan mula-mula yang diajukan oleh seorang penadah adalah, masih ada kardusnya ndak gan? Kardus yang diinginkan penadah tentu bukan kardus biasa, tapi kardus resmi dari perkakas elektronik yang sedang saya iklankan. Di kardus itu akan tampak wujud kamera, merek produk, spesifikasi sensor, ukuran lensa kits, dan berbagai info penting lainnya. Oleh karena saya termasuk kolektor yang tidak telaten, saya tidak dapat memenuhi permintaan penadah itu. Setelah membelinya lebih kurang 7 tahun lalu, saya lupa entah di mana saya menyimpan kardusnya. Mungkin masih ada di gudang, atau barangkali sudah ikut…