Posts

Showing posts from June, 2007
Image
MERANTAU DI KAMPUNG SENDIRI

Judul : Perantau
Penulis : Gus Tf Sakai
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan : I, 2007
Tebal : 130 halaman

Oleh : DAMHURI MUHAMMAD


(Koran Tempo, Minggu, 24 Juni 2007)


Bagaimana mungkin pengarang yang tak pernah merantau tiba-tiba menulis cerita tentang perantau? Begitu sak wasangka yang menggelayut di benak saya saat berhadapan dengan buku kumpulan cerpen Perantau karya terkini Gus Tf Sakai ini. Saya begitu tergesa hendak menyingkap watak perantauan macam apa yang bakal dimaklumatkan cerpenis asal Payakumbuh itu. Bagi anak rantau seperti saya, merantau tidak sekedar jalan terjal dan berliku yang mesti ditempuh untuk melesap ke masa depan, tidak pula semata-mata mengadu nasib di negeri orang, dan kelak bila sudah beruntung akan kembali ke kampung halaman. Tidak sesederhana itu!

Merantau adalah sebuah keniscayaan, keharusan yang tidak dapat ditolak, atau (barangkali) semacam sisi lain dari ‘takdir’ malang laki-laki Minang. Ini resiko yan…
Image
Laku Etik dan Estetik dalam Watak Kepenyairan


Oleh : DAMHURI MUHAMMAD

(Pikiran Rakyat, 23 Juni 2007)


Sejak akhir Juli hingga pertengahan Agustus 2004 silam, sejumlah koran riuh oleh polemik menyoal diluncurkannya buku kumpulan puisi Kuda Ranjang, karya Binhad Nurrohmat. Tak kurang dari 15 esai telah menimbang buku itu. Banyak yang memuji kepiawaian Binhad mengurai tubuh perempuan dalam bait sajak, banyak pula yang menghujat, bahkan ada yang terang-terangan menyeringai : “Menjijikkan membaca puisimu.” Tapi, Binhad tak kunjung jera menuai cela, penyair itu baru saja melepas antologi puisi terbaru, Bau Betina (2007). Setali tiga uang dengan Kuda Ranjang, lewat Bau Betina ia masih latah bergunjing perihal ‘dunia basah’, ‘dunia tengah’, (tapi diburu banyak watak). Bukan berarti ia sedang mengutukinya sebagaimana para ustazd berwejang di mimbar-mimbar khutbah, Binhad justru mendekonstruksi seks sebagai dunia yang tak perlu ‘diaibkan’. Nalar puitiknya bernujum bahwa peristiwa seksual seamsal…
Image
Menyingkap Akar Sejarah Poligami

Judul : Duduk Perkara Poligami
Judul Asli : The Right of Women in Islam
Penulis : Murthadha Muthahhari
Penerbit : Serambi, Jakarta
Cetakan : I, 2007
Tebal : 154 halaman


Oleh : DAMHURI MUHAMMAD

(Majalah Mingguan GATRA, edisi 14-20 Juni 2007)

Poligami merupakan topik kajian yang selalu sengit diperdebatkan dalam diskursus fiqh munakahat Islam. Tak jarang sejumlah sejarahwan melancarkan serangan telak bahwa nabi Muhammad lah yang pertamakali memprakarsai tradisi poligami, sampa-sampai ada yang berkesimpulan bahwa salah satu penyebab cepatnya penyebaran Islam karena penghalalan poligami, namun kemunduran dunia Islam disebabkan oleh poligami pula. Sepintas lalu, kesimpulan itu seolah-olah masuk akal, tapi bila ditelusuri lebih dalam, tudingan macam itu terlalu mengada-ada dan sukar dipertanggungjawabkan. Sebab, sejarah membuktikan bahwa tradisi poligami sudah ada dan berkembang pesat puluhan tahun sebelum Islam datang. Praktik mengawini lebih dari sat…
Asung Pitanah

Cerpen : DAMHURI MUHAMMAD

(tabloid NOVA, edisi 28 Mei 2007)

Saat umur Nupik masih enam tahun, kampung Sikabalapa heboh karena Rifayah pulang dari pulau Mbata dalam keadaan berbadan dua. Bunting. “Siapa bapaknya?” tanya nyinyir orang-orang waktu itu. Ah, mungkin teman lelaki sesama buruh pabrik, mungkin sopir taksi, tukang ojek, centeng pasar, mungkin pula supervisor bermata sipit. Kini, si Rifayah sudah janda, beranak satu. Zaituna, nama anaknya, sudah kelas tiga SMU. "Anak haram dari pulau Mbata." begitu orang menggunjingkannya.

Tak berselang lama sejak musibah menimpa Rifayah, orang-orang Sikabalapa kembali dirundung petaka karena kepulangan Salma. Masih dari pulau Mbata. Lebih menyedihkan dari sekedar pulang dalam keadaan perut buncit, Salma hanya pulang nama. Jenazahnya tergeletak kaku dalam usungan keranda. Desas-desus yang bergulir, Salma meninggal setelah mabuk berat pada suatu malam di sebuah diskotik ternama. Saat ditemukan, masih tercium aroma alkohol di…