Posts

Showing posts from December, 2008
Image
Ateisme Kepenyairan, Jalan Menuju Tuhan

Oleh DAMHURI MUHAMMAD

(Kompas, Selasa, 9/12/2008)

Bisakah sastra dan agama bersekutu, lalu mendedahkan kebenaran yang sama? Bila pertanyaan ini diajukan kepada Adonis, dipastikan jawabnya mustahil. Bagi penyair Arab terkemuka itu, puisi dan agama bagai dua sumbu kebenaran yang bertolak belakang.

Puisi adalah pertanyaan, sementara agama adalah jawaban. Puisi adalah pengembaraan yang dituntun oleh keragu-raguan, sedangkan agama adalah tempat berlabuhnya iman dan kepasrahan. Lebih jauh, di ranah kesusastraan Arab, puisi dan agama bukan saja tak seiring jalan, agama bahkan memaklumatkan, jalan puisi bukan jalan yang menghulu pada kebenaran, tetapi menjerumuskan pada lubang kesesatan. Agama menyingkirkan para penyair Arab jahiliah ke dalam kelompok orang-orang sesat, orang-orang majnun (gila), penyihir. Inilah muasal segala kegelisahan dalam kepenyairan Adonis, yang disampaikannya pada kuliah umum di Komunitas Salihara, Jakarta (3/11/…
Satu Wajah, Dua Muka...

(KOMPAS, Minggu, 30 November 2008)

Oleh : DAMHURI MUHAMMAD

Pekanbaru, Riau, 1954. Menteri Pendidikan dan Perkembangan Kebudayaan Mohammad Yamin berpidato. Tak lama selepas pidato itu, seorang lelaki naik panggung. Tanpa sungkan, ia menyanggah bahwa dalam urusan pendidikan, masyarakat Riau dianggap ”anak tiri” oleh pemerintah pusat. Buktinya, di Riau belum ada SMA negeri. Yamin tersinggung. Tergesa ia kembali ke Jakarta, tanpa sepatah kata pun. Beberapa hari kemudian, ia menyurati Gubernur Sumatera Tengah Marah Ruslan, sebagai pegawai pemerintah, tidak semestinya orang itu menggunakan istilah ’anak tiri’. Yamin meminta Marah Ruslan menyampaikan teguran itu.

Orang yang telah membuat Menteri Pendidikan (kabinet Ali Sastroamidjojo, 1953-1955) itu marah adalah Soeman Hs (1904-1999), pengarang dua roman penting; Kasih Tak Terlerai (1930) dan Mencari Pencuri Anak Perawan (1932). Tak banyak yang tahu, novelis kelahiran Tapanuli Selatan (kemudian menetap di Riau) itu juga p…