Posts

Showing posts from April, 2009

JURU MASAK; Sebuah Telisik Ringan

Image
Oleh : KHRISNA PABICHARA




Pada Mulanya


KAMPUNG. Dari sanalah “Juru Masak” berpangkal. Dari sanalah Damhuri Muhammad, selanjutnya saya sebut Damhuri, mulai merakit cerita-cerita yang dikemasnya dengan telaten. Kampung, itu pula yang membuka gerbang ingatan masa kecil saya dan membuat saya “jatuh hati” pada kisah demi kisah yang dituturkan Damhuri dalam sehimpun cerita pendeknya itu. Kenapa? Karena saya orang kampung, itu jelas. Namun, ada pernik lain yang menyeret segala ingatan saya ke “kampung”.

Ketika saya menelisik cerpen-cerpen Damhuri, saya tiba-tiba teringat sentilan Raudal Tanjung Banua. Pengarang sebagai narator, dalam teropong Raudal, belakangan tampak begitu dominan dengan balutan bahasa yang rimbun dan miskin dialog.

Beruntunglah, ketika saya memasuki kampung Damhuri yang dikemas dengan bahasa sederhana dan bersahaja, saya menemukan narasi dan dialog yang ditata begitu imbang. Boleh jadi, sebagaimana tutur Damhuri, karena ia menulis cerpen layaknya meraut sepasang bilah layang…

Sastra yang Mendustai Pembaca...

(KOMPAS, Sabtu, 4 April 2009)

Oleh: DAMHURI MUHAMMAD

Seorang kawan, sebutlah Fulan, pernah datang memenuhi panggilan sebuah perusahaan penerbitan buku berkelas di Jakarta. Konon, ia memperoleh tawaran menjadi penyunting naskah sastra terjemahan, khususnya dari roman-roman berbahasa Arab.Dalam perjalanan, kawan itu tiba-tiba khawatir bakal gagal sebab tak ada yang bisa diandalkannya, selain sedikit kemahiran menulis fiksi dan sedikit kemampuan membaca teks-teks berbahasa Arab.

Selepas bincang-bincang penuh basa-basi yang sesekali bernada menguji, Fulan bertanya kepada penguji yang tampak sudah kenyang pengalaman di dunia sastra terjemahan dari bahasa Arab itu—seperti roman- roman karya para pengarang Mesir: Thaha Husain, Naguib Mahfouz, Nawwal el-Saadawi, Radwa Ashour, atau Ala Al-Aswany.
”Jebolan universitas Al-Azhar (Kairo) banyak sekali. Kemampuan bahasa Arab mereka tak diragukan, kenapa Bapak malah memanggil saya?” Sambil menggeleng penguji itu bilang, ”Bahasa Arab mereka memang hebat…