Posts

Showing posts from August, 2009

ROMANTIKA PASCA-ENAM LIMA

Oleh: DAMHURI MUHAMMAD

(Kompas, Minggu 02/08/2009)

BILA watak kepengarangan ditinjau berdasarkan ranah tematik yang dijelajahi seorang sastrawan, maka luka dan nestapa para eks-tapol pasca-1965 begitu identik dengan prosa-prosa karya Martin Aleida. Sukar disanggah jika dikatakan bahwa rupa-rupa peristiwa tragis-traumatis yang ditanggung para pewaris “dosa turunan”—lantaran stigma PKI—adalah “kampung halaman” kepengarangan mantan aktivis termuda LEKRA itu, sejak dari kumpulan cerpen "Malam Kelabu, Ilyana dan Aku" (1998), novelet "Layang-Layang Itu Tak Lagi Mengepak Tinggi-tinggi" (2000), hingga kumpulan cerpen "Leontin Dewangga" (2003). Sastrawan yang dijuluki sebagai penggerak “sastra kesaksian” itu tampak sukar untuk beranjak dari medan tempuh yang itu-itu juga. Disingkapnya setiap pintu, disiginya setiap ruang, disibaknya setiap tabir.

Demikian pula dengan konstruksi realitas yang terbangun dalam kumpulan cerpen, "Mati Baik-Baik, Kawan" (2009). …