Posts

Showing posts from May, 2011

Korupsi Dalam Teks Fiksi

Image
Oleh: DAMHURI MUHAMMAD

(Kompas, 29/5/2011)

TERMINOLOGI “lapan-anam” (86) yang menjadi gairah utama novel karya Okky Madasari ini terpelanting ke dalam tafsir yang pejoratif. Salah satu kata sandi kepolisian─selain 10.2, 813, 871, dan lain-lain─yang digunakan dalam berbagai komunikasi kedinasan itu pada dasarnya berarti dimengerti, dimaklumi, namun di sekujur tubuh novel setebal 252 halaman ini, “lapan-anam” bergeser menjadi sinisme, sekaligus pemakluman terhadap berbagai modus jual-beli perkara di sebuah kantor pengadilan, lantaran sudah menyehari, dianggap lazim, dan sama-sama tahu. Maka, dunia “lapan-anam” adalah dunia yang tidak lagi tabu, tapi dunia yang serba tersingkap, serba dibenarkan. Dunia yang memelintir kejujuran dan kebersetiaan pada kebenaran menjadi cacat-historis. Sebaliknya, kebohongan dan hipokritas berubah menjadi keluhuran yang pantas dipuja-puji.

Pemakluman─lebih tepat disebut pembenaran─semacam inilah muasal nestapa Arimbi, juru ketik putusan perkara yang ak…