Posts

Showing posts from October, 2012

Mengasah Cerita dengan Ketajaman Mata

Oleh: Damhuri Muhammad
 (Kompas, 7 Oktober 2012)
Selama berkurun-kurun filsafat modern telah memartabatkan akal sebagai pusat dalam setiap subjek manusia. Pikiran dinobatkan sebagai satu-satunya penguasa yang berwenang sebagai penentu segala arah, cikal dan muasal segala gerak, nakhoda dari sebuah bahtera bernama tubuh. Kesadaran Cogito, demikian Rene Descartes menamainya. Maka, tubuh-kasar menjadi sekadar sarang, sekadar kandang bagi akal. Sejak itu, tubuh terpelanting ke dunia tepi, dunia yang mutlak menjadi bangkai bila akal sudah mati. Meski begitu, dalam situasi yang paling menyehari, sejarah kerap memperlihatkan sejumlah momentum ketika akal bertekuk lutut di hadapan tubuh. Tengoklah seorang pekerja keras yang nekad begadang semalam suntuk guna melunaskan beban deadline yang kian mendesak. Satu-dua pekerjaan barangkali dapat ia tuntaskan, tapi di separuh malam, atau beberapa saat menjelang dini-hari, ia jatuh tertidur. Pikiran yang semula menjadi pusat dalam subjek pekerja kera…