Posts

Showing posts from August, 2013

Kampung Halaman sebagai Terminal

Image
Oleh: Damhuri Muhammad
(Majalah TEMPO, edisi 5-11 Agustus 2013)

Kisah-kisah dalam kumpulan cerpen Yang Menunggu dengan Payung karya Zelfeni Wimra, berdenyut di ruang penantian. Ironisnya, meski yang dinanti tak bakal datang, iman penantian justru kian teguh. Inilah lelaku Rahma dalam cerpen yang dipilih sebagai judul buku. Saban hari ia menanti kedatangan ayah, dan terus meyakinkan ibu bahwa pada suatu hari yang hujan, dari ujung jalan, ia akan menuntun ayahnya pulang dengan payung. Juga menunggu Rahman, yang berjanji segera pulang dari rantau untuk menikahinya. Tapi, sebelum kedatangan ayah, sebelum Rahman tiba, kampungnya diguncang gempa.Ratusan orang tertimbun reruntuhan, termasuk Rahma dan ibunya. Penantian Rahma terbawa sampai mati. Penantian selanjutnya, lelaki pembuat gula merah dalam Suara Serak di Seberang Radio. Saat nira mendidih, ia selalu menyalakan radio, dan tak pernah pindah gelombang dari acara Kotak Pos. Suara serak penyiar membacakan kartu pos dari pendengar telah me…