Posts

Showing posts from September, 2014

Bila Politik Bertopeng, Sastra Menyingkapkannya

Damhuri Muhammad
(Kompas, Minggu, 31/08/14)

Akibat sebuah kecerobohan, seorang ahli kimia molekuler mengalami kecelakaan di laboratoriumnya. Dalam sebuah eksperimen, wajahnya terbakar. Ia mengalami luka-luka keloid, hingga seluruh jaringan kulit mukanya rusak, bopeng, remuk tak berbentuk. Sejak itu, ia menjadi anonim, tak bisa dikenali lagi, terkucil, bahkan dikhianati oleh orang yang dicintainya--istrinya berselingkuh, tak bisa lagi bersetia pada suami tak bermuka. Ahli kimia itu kehilangan identitas yang dulu melekat di raut mukanya. Tak soal bila yang cacat itu tangan atau kaki, tapi apa jadinya bila ia kehilangan muka? Lalu, ia merancang sebuah topeng guna menggantikan wajah lamanya.Ingin terlahir kembali dengan wajah utuh. Hasilnya tak tanggung-tanggung, dengan perangkat teknologi dan bahan-bahan yang diolahnya sedemikian rupa, topeng ciptaannya bisa berkeringat, di permukaannya bisa tumbuh bulu dan jerawat. Namun, alih-alih topeng itu membebaskannya dari keterasingan, malah membu…