Posts

Showing posts from November, 2015

Tentang Puisi Mantan Presiden

-->

Damhuri Muhammad




Sejarah puisi adalah sejarah yang pahit. Puisi kerap dicurigai, ruang geraknya dibatasi, tak jarang penyair dimusuhi, bahkan dilenyapkan tiada ampun. Bagi filsuf Plato, penyair tak lebih dari seorang penutur di jalan sesat. Lelaku kepenyairan sekadar peniruan yang tak akurat dari dunia senyatanya. Puisi berlumur dusta ketimbang menyingkap wajah kebenaran. Di belahan Timur, para penyair Arab seperti Zuhair, Trafah, dan Imrul Qays, dianggap kaum laknat, orang-orang majnun yang bertutur dengan kekuatan sihir, karena itu tak pantas dipercayai. Sejarah kita mencatat sebuah tragedi ketika Hamzah Fansuri (1607-1636) dienyahkan oleh kekuasaan Sultan Iskandar Muda, lantaran syair-syairnya dianggap menyebarkan ajaran tasawuf yang sesat. Kini, lembaran tarikh puisi yang suram itu telah ditutup. Puisi tak lagi dianggap berbahaya. Di republik ini, selepas tragedi Wiji Thukul (1998), hampir tak ada lagi penyair yang dimata-matai oleh tentara. Puisi telah disambut ramah…