Posts

Showing posts from February, 2017

Seni Mengolah Perasaan

--> Damhuri Muhammad

(versi cetak artikel ini tersiar di harian Kompas, Kamis 9/2/17)


Selamat istirahat, akal sehat. Damai-tentramlah dalam perasaan!
Demikianbunyi kalimat singkat saya di laman akun media sosial pribadi, sekadar berkomentar perihal makin mengentalnya warna politik sektarian dalam keriuhan kontestasi antarkandidat menjelang Pilkada serentak 15 Februari 2017. Tak berselang lama, sejawat sesama tamatan madrasah, menulis kalimat panjang di linimasa akunnya, yang saya pastikan ditujukan ke muka saya. Meskipun dia tidak berani mengungkapkan keberatan secara terang-terangan--entah karena sungkan, atau keliru memahami maksud saya. Inti dari kekesalannya adalah, karena menurut dia, saya telah melecehkan partisipasi politik berbasis keyakinan. Padahal, saya yang jelas-jelas jebolan sekolah agama, seyogyanya menghormati dan membela pilihan politik semacam itu. Tak tanggung-tanggung, dia menggunakan analogi; kalau saudara berdekatan dengan pedagang parfum, saudara akan kec…