Posts

Showing posts from September, 2017

Tubuh Ayah Berwarna Tanah

Image
Damhuri Muhammad


(versi cetak cerpen ini tersiar di harian Kompas, Minggu, 10 September 2017)



Seberapa lama kita sanggup melihat kembali wajah yang pernah kita kekalkan dalam foto setelah ia meninggal dunia? Tanyamu sambil mencari potret diri seorang tokoh penting dalam sebuah folder khusus di laptopmu. Seorang teman kolumnis spesialis obituari menginginkannya, lantaran orang besar itu baru saja dilaporkan telah meninggal dunia. Bagaimana kalau yang muncul di layar monitor adalah wajah ayahmu sendiri, yang mungkin pernah kau abadikan sebelum ia pergi untuk selamanya? Kau sanggup menatapnya lama-lama? Sekadar melakukan olah-digital ringan untuk kebutuhan cetak buku Yasin dalam acara tahlilan 40 hari setelah kematian, misalnya? Bagimu, itu pekerjaan paling mengerikan. Barangkali lebih berbahaya dari upaya keras mendapatkan sebuah momentum pemotretan dalam situasi yang sedemikian genting. Wajah dalam foto itu seolah-olah ingin bercakap-cakap denganmu. Bibirnya seperti nyata bergerak. Tang…