Posts

Showing posts from July, 2018

Begal Payudara (dari Merampas ke Meremas)

Image
Damhuri Muhammad

Di daerah tempat tinggal saya, Depok (Jawa Barat), ada seorang perempuan belia yang giat berusaha. Atas modal sendiri, ia memproduksi makanan ringan kemasan dengan merek Bikini, singkatan dari Bihun Kekinian. Produk itu sempat menghebohkan pada awal Agustus 2016 lalu. Bukan karena gurihnya rasa Bihun Kekinian itu, tapi karena kemasan plastik bergambar Bra, warna biru dongker dengan motif bintik-bintik putih di dalam lingkar kedua bulatannya. Di bagian bawah gambar itu tercantum sebuah kalimat pendek yang bernada ajakan; remas aku. Seolah-olah objek dari maklumat ajakan meremas itu adalah sepasang payudara yang tersembunyi di balik Bra biru dongker itu, meski sebenarnya lebih tepat jika dipahami bahwa objeknya adalah bihun kering dalam kemasan itu. Di masa kanak-kanak, saat jajan bihun kering, bukankah kita biasa meremasnya terlebih dahulu, sebelum kemudian menyantapnya? Kegemparan perihal Bihun Kekinian di jagat medsos itu kemudian berbuntut panjang. Produsen Bikini dit…

Dari Pasangan Vespa Cokelat ke Pasangan Jokowi-Mahfud MD

Image
Damhuri Muhammad -->

Menimbang semakin tak terbendungnya rasa penasaran pada sosok penting yang bakal dipinang Jokowi sebagai Cawapres dalam kontestasi Pilpres 2019, di forum obrolan petang yang berlangsung di ruang rapat kantor Copras-capres Institute, tiba-tiba muncul sebuah pertanyaan yang menggelisahkan. “Siapa yang paling menderita akibat rasa penasaran itu?” Dilepaslandaskan oleh seorang anak muda yang konon masih belum tercatat sebagai analis, lantaran ia masih berada dalam masa uji-coba alias magang.
Namun, karena pertanyaan itu terbilang ganjil dan kedengarannya amat menantang, maka beberapa analisis senior yang berada di situ berebut untuk segera menghadangnya dengan jawaban. “Yang paling tersiksa tentu figur Cawapres dengan elektabilitas paling tinggi,” kata seorang analis sambil menyebut sebuah nama. “Ngawur itu. Bagi saya, yang paling menderita adalah media!” sela analis kedua, sambil mengajukan macam-macam argumentasi. “Mohon ijin Bro, menurut gue, yang paling tersiksa…

Almanak Derita Orang Sumatera

Image
Damhuri Muhammad -->


Di petang yang gersang, telah terjadi sebuahperistiwa naas di pematang sawah masa kanak-kanak saya. Tubuh kekar paman saya--satu-satunya laki-laki bertenaga yang masih tersisa di kampung halaman--tergeletak bergelimang darah. Sebilah belati menikam rusuknya dari arah belakang. Ia tertuduh sebagai pencuri air dari sawah seberang. Musim kemarau di Sumatera adalah juga musim kucing-kucingan berebut air. Lengah sedikit, air bisa beralih ke sawah orang. Itu berarti benih padi akan mati sebelum tinggi dan membesar. Bahasa yang berlaku di musim payah itu bukanlah bahasa mulut, tapi bahasa parang, cangkul, sabit, dan belati. Tikam-menikam, tusuk-menusuk, keroyok-mengeroyok, seperti kebiasaan membasuh muka di pagi hari. Bila kurang awas, areal persawahan bisa berubah menjadi taman pemakaman.
Begitulah derita yang mendera paman saya. Sebelum bersimbah darah pematang lengang itu, ia juga pernah dipolisikan oleh backing komplotan penebang liar di hutan sekitar areal persawah…

DRAMATURGI ORANG-ORANG BERLARI

Image
Damhuri Muhammad



Selepas melesatkan 2 gol ke gawang Portugal, Edinson Cavani melangkah terengah-engah sambil menahan ngilu di kaki kirinya. Cristiano Ronaldo yang berdiri tak jauh darinya, lekas merangkul dan memapah Cavani ke pinggir lapangan. Peristiwa itu terjadi dalam laga Uruguay vs Portugal, babak 16 besar Piala Dunia 2018, Fisht Stadium, Sochi, Minggu (1/7/2018), menit 70 saat Uruguay sudah unggul 2-1. Tak ada gol tercipta setelah itu, hingga Portugal harus angkat koper lebih awal. “Ronaldo sedang mempertontonkan etos olahragawan sejati,” puji akun  twitter  resmi Sporting News. Tapi dalam lalu lalang decak-kagum itu, muncul pula sinisme yang menimbang aksi CR7 tak lebih dari upaya melipat waktu bagi prosesi keperihan Cavani, karena Portugal sedang tergesa hendak menyamakan kedudukan. Aksi itu tak patut dipandang sebagai moralitas seorang megabintang, sebab yang dilakukan CR7 adalah mempercepat Cavani ke luar lapangan, lalu laga lekas dilanjutkan. Begitu komentar sebuah akun twit…

Yang Menolak Jinak, Niscaya Akan Diterkam?

Image
Damhuri Muhammad -->


Dalam duka dan linangan airmata, segenap keluarga akhirnya merelakan kepergian Rizki Ahmat (19), anak muda penyuka reptil, setelah dipatuk ular jenis King Cobra (ophiophagus hannah) piaraan sendiri. Bermula dari atraksi yang ia pertontonkan di hari bebas kendaraan (CFD), Bundaran Besar, Palangkaraya, Kalteng, Minggu (8/7/18). Pertunjukan bermain dengan King Cobra itu sejatinya berlangsung lancar dan beroleh tepuk tangan yang semarak. Tanpa rasa takut, Rizki terus menerus memancing reaksi reptil yang memiliki bisa mematikan itu dengan cara menginjak bagian tengah tubuhnya, hingga kepala King Cobra tegak dengan mengembangkan semacam sayap di sisi kiri dan kanannya. Selepas itu, Rizki mendekat perlahan-lahan, hingga jarak antara kepalanya dengan kepala ular itu kurang dari satu jengkal. Lalu, Rizki mendaratkan sebuah ciuman tepat di kepala King Cobra kesayangannya.
Seolah-olah ular itu sudah jinak dan mengerti kemauan tuannya. Setelah pertunjukan usai, Rizki asyik …