Posts

Showing posts from September, 2018

Bola Menggelinding, Darah Bercucuran…

Image
Damhuri Muhammad






Beograd, 1990-an. 30 menit sebelum pertandingan Red Star dan Partizan berlangsung, klub suporter Red Star bernama Ultra Bad Boys mengumpulkan orang-orang terkuatnya di ujung stadion, tak jauh dari rimbunan pepohonan yang baru tumbuh. Masing-masing membawa batangan logam dan pentungan kayu. Mereka membentuk formasi V dan mulai berjalan mengitari stadion dengan tampang-tampang beringas. Memukuli setiap orang yang menghalangi. Mula-mula mereka menyerang suporter Partizan, lalu menerjang barikade polisi. Serangan yang begitu cepat, hingga suporter Partizan dan polisi di sekitar stadion tak sanggup membendung gempuran Ultra Bad Boys. Tak lama berselang, mereka meninggalkan korban-korban yang bergelimpangan. Seperti jejak baru mesin pemotong rumput.
Begitu kisah Draza, pemimpin Ultra Bad Boys, yang secara rinci ia uraikan saat diwawancarai oleh Franklin Foer, jurnalis bola dan peminat kajian globalisasi, yang terbukukan dalam Memahami Dunia Lewat Sepakbola(2006). Keberingasan…

Emak-emak dan Kuasa Tak Bernama

Image
Damhuri Muhammad



Saya memanggil perempuan yang melahirkan saya dengan sebutan “Amak.” Konon, kata“Amak” masih berkerabat dengan “Ummy” (Bahasa Arab) yang bermakna Ibuku atau Ibu saya. Perubahan ungkapan dari Ummy ke Amak tampaknya semacam pergeseran yang menyesuaikan diridenganpengalaman berbahasa orang Minang, entah sejak kapan. Amak juga saya gunakan sebagai sebutan untukbeberapa saudara perempuan ibu saya,baik saudara kandung maupun saudara sepupunya.Meski begitu, ada 1-2 kerabat dekat Amak yang saya panggil dengan sebutan “Ibu.” Seingat saya, itu terjadi karena mereka adalah bagian dari keluarga besar saya yang sudah bermukim secara permanen di kota. Sementara saya, Amak, dan kerabat-kerabat Amak yang saya panggil dengan sebutan serupa, belum beranjak dari kampung. Saat mereka berkesempatan pulang kampung bersama keluarga di momentum-momentum tertentu, di situlah saya mendengar anak-anaknya menggunakan panggilan “Ibu.” Saya ikut-ikutan menggunakan sebutan serupa. Tapi, saya tetap me…

Korupsi Berjamaah atau Beregu, yang Penting; Masuk Pak Eko...

Image
Damhuri Muhammad


“DPRD Malang Cetak Rekor Korupsi Beregu.” Demikian cuitan akun twitter @Liputan9 yang diunggah pada Selasa (4/9/18). Dilengkapi poster online berisi sederet foto-profil anggota DPRD Kota Malang dengan rompi orange khas tersangka KPK. Hingga kolom ini diturunkan, menurut statistik mesinpemantau perbincangan jagat cyber, Astramaya, cuitan akun berpengikut 941.000 itu, telah diunggah-ulang (retweet) warganet sebanyak 6.212 kali, dan disukai sebanyak 1.620 kali. Rekor popularitas cuitan @Liputan9 itu hanya satu tingkat di bawah popularitas cuitan akun resmi Presiden Joko Widodo (@jokowi), yang berpengikut 10,3 juta orang. Cuitan yang mengandung keprihatinan Kepala Pemerintahan dan himbauan kepada segenap anggota legislatif di seluruh Indonesia untuk senantiasa menjaga kepercayaan rakyat itu, telah diunggah ulang (retweet) sebanyak 3.658 kali dan disukaisebanyak 12.920 kali.




Poster online itu tampaknya dirancang dalam suasana psikologis selepas peristiwa kompetisi akbar dala…