Skip to main content

Posts

Featured

Oka Rusmini dan Tempurung Tradisi

Damhuri Muhammad JIKA Bali diibaratkan dengan tubuh perempuan, maka tubuh itu pasti molek dan seksi. Bukan saja kecantikan badani yang dapat dipandang dari segala sudut pengamatan, tapi juga eksotisme yang membersit dari dalam. Anggun, ramah, menentramkan. Demikianlah citra Pulau Dewata yang telah menjadi artefak dalam ingatan  banyak orang, baik yang sudah kerap berkunjung, maupun yang masih menggantungnya dalam angan-angan. Sumber ilustrasi: IG @klubbukuclub Namun, tidak demikian suasana Bali dalam karya-karya Oka Rusmini. Ia menyingkap “dunia dalam” masyarakat Bali yang jarang menyeruak ke permukaan. Sebagaimana judul novelnya Tempurung (2017)---dicetak ulang oleh penerbit Grasindo bersamaan dengan Kenanga dan Sagra (kumpulan cerpen)---”dunia dalam” orang Bali adalah dunia keras yang mengungkung, seperti ruang sempit dalam tempurung kelapa, dengan “lembaga kepatuhan” sebagai langit-langitnya. Lembaga kepatuhan yang dibangun oleh tradisi itu membawa ketakmujuran, terutama bagi kau

Latest Posts

Seperti Meniti Jembatan Setipis Rambut Dibelah Tujuh

INDIVIDUASI PANDEMI

Lidah Berpilin Orang Suci dan Kenyataan Pascabahasa

Jempol Sebagai Mulut

Keris Mpu Gandring dalam Limbah Digital

Anna Kiesenhofer dan Keniscayaan Matematika

Chairil Anwar dan Hal-ihwal yang Tak Tergenggam