Skip to main content

Posts

Featured

Chairil Anwar dan Hal-ihwal yang Tak Tergenggam

Damhuri Muhammad PUNCAK pendakian kepenyairan Chairil Anwar (1922-1949) adalah keberanian mendeklarasikan “keakuan”  dalam realitas “kekitaan” yang sepanjang waktu dijaga ketat oleh tentara, bahkan hingga naik-turun detak jantungnya di malam buta. Di tangan Chairillah bermulanya kesadaran eksistensial dari subyek otonom dan otentik bernama; manusia Indonesia. Aku yang mandiri. Aku yang tiada bakal tergoda, apalagi terbeli. Aku yang “haram-jadah” berkompromi apalagi berdamai dengan kawanan maling yang masih leluasa menggeledah rumah sendiri.  Ilustrasi: IG @besthitmember Dalam tarikh dan riwayat yang singkat, Chairil mengerahkan segenap tenaga dan stamina, menyelam hingga ceruk-ceruk paling dalam, menikam hingga hulu belati ikut terbenam, guna merengkuh semesta keakuan yang bebas, keakuan yang menerabas tebing-tebing paling cadas, keakuan yang tegas; Kalau sampai waktuku/Kumau tak seorang kan merayu/Tidak juga kau. Demikianlah sajak yang mengembuskan energi pembebasan, gairah yang mendi

Latest Posts

ANAK-ANAK RIMBA

Empat Ular dari Tanah Suci

Gabo, Mario, dan Beban Berat Masa Lalu

90 Menit Usia Kesombongan

Ambiguitas Sepak Bola

Sobrat, Diego Asando Maradona, dan Sepak Bola Kita

Menolak Ekonomi Tuna-Budaya: Jejak Gagasan Radhar Panca Dahana (1965-2021)

Kail Tajam, Aroma Umpan, dan Tangkapan Besar di Lubuk Dalam