Skip to main content

Posts

Featured

Kail Tajam, Aroma Umpan, dan Tangkapan Besar di Lubuk Dalam

  DAMHURI MUHAMMAD  Dapatkah keterampilan mengarang cerita diajarkan? Atau bisakah kepandaian mengarang diperoleh dengan cara mengikuti berbagai kursus menulis yang kerap diiklankan di laman-lama media sosial? Bahkan lembaga pendidikan sekaliber fakultas sastra pun tak dapat menjamin bahwa kelak para alumnusnya akan memiliki kompetensi sebagai penulis cerita profesional. Setidaknya demikianlah keraguan yang melanda saya dan kawan-kawan pekerja sastra sebelum kami memberanikan diri untuk menggelar kegiatan pengisi waktu luang di masa work from home (WFH) yang akhirnya kami namai dengan Kelas Fiksi Daring alias Kelas Pelatihan Menulis Cerita berdurasi lebih kurang 10 kali tatap muka via aplikasi video-conference. "Ibarat kegemaran memancing di sungai besar, kita tak perlu menjanjikan ikan besar, tapi cukup dengan memastikan semua peminat akan mendapat kail yang tajam, berikut rahasia tentang cara mengaitkan umpan di kail itu, hingga tersedia peluang untuk mendapatkan ikan besar,&q

Latest Posts

Tungku Pemuaian Puing Tembaga dan Zoom yang Menyala di Seluruh Belahan Dunia

Fiksi-Pandemi Sebagai Alibi...

Tumbangnya Kuasa WhatsApp?

Puisi sebagai Pesan yang Tak Berstatus Centang Biru

Teknologi Digital dan Ekosistem Inovasi

Podcast sebagai Suaka

Benda-benda Aneh dalam Puisi Indonesia